Pohon
Setelah terluka, pohon itu tidak pernah menunggu permintaan maaf dari parang yang telah melukainya.
Ia tetap tumbuh dengan perihnya luka,
Ia sadar saat tumbuh besar
Lukanya akan mengering dan tertutup dengan sendirinya.
Karena tidak ada untungnya menunggu kata maaf
Sakit hati dan dendam yang disimpan,
Justru hanya akan membuatnya layu
Melepaskan semua dengan maaf
Akan menjadikannya lebih tenang.
Dan biarkan tuhan yang bekerja
Memberikan hadiah buah buahan terindah untuknya kelak,
Semua hanya butuh waktu
Ikhlaskan semua yang sudah terjadi
Dan mulailah bertumbuh dengan apa yang sedang kamu usahakan.
Karena ini bukan tentang pohon.
Ciwidey-Bandung, 5 Februari 2024
Komentar
Posting Komentar