Sendu di pagi

 Kini tak adalagi sunyi sepi dalam merindu

Menerka jalan dengan halang rintang

Seakan buta mata hati terlihat

Menyongsong rembulan yang diralat


Senyum-mu yang selalu ku tatap

Mengindahkan hari demi hari yang kulewati memang tak lekang tapi pasti,

Akankah engkau kembali menyapa sepi-ku lagi

Mendalami hari hari ini


Memang tak patut karena aku hanya duri

Yang seakan melukai diri

Sunyi sepi yang tak pernah kunanti

Mengubah senyum ramah mu yang ku ingkari


Tak pernah ku berhenti mencaci diri ini

Kusayat luka dihati

Ku bermaksud menyadar diri

Menyapa memahami diri dengan apa yang telah kau tutupi


Terkad pikiran ku selalu ragu

Tapi ku sadari ada hati yang lebih memahami

Ingin diri ini pergi mewujudkan ingin mu

Tapi Kenapa hati ini tak bergeming untuk itu


Ingin ku pergi melampau jauh

Namun apa daya aku tetap aku yang selalu merindukan mu,

Ingin diri ini meratap kembali

Membuka lewat fajar sampai di akhiri dengan senja bersama mu lagi,

Dikemudian malam malam yang panjang oleh mu ditemani,


Prenduan, 14 Maret 2021

  Hidayat Aji Permana

Komentar

Postingan Populer