Saat Ini
Tunggulah dibatas lelah
Mengukir kisah setelah
Menarilah seakan tak hilang arah
Berbunga, bersuara selayaknya bahagia
Sampai disaat terbengkalai
Sampai tak ber-asa, kemudian biasa
Entah hujan kembali membasahi
Atau hanya mendung yang mampir seakan mendukung,
Gores mimpi, cerita, harap dan do'a
Selaras tak terbiasa bila dikenang
Tergugah bisa kemudian terbiasa
Menapak jejak untuk mengungkap
Pernah berasa seolah sama
Namun itu cukup untuk dirasa saja
Pelik memang kudapatinya
Sekilas rupa cahaya redup setelah itu
Tolak ukur cerita memang biasa
Plot alur memang tidak berdrama
Berirama seperti lagu yang terdengar
Cukuplah segar untuk di-tegar
Selamat kamu, juga bersuka-riya lah
Ber-tuju pada ingin mu
Pastikan itu adalah bukan bayang saja
Namun memang keindahan yang bermakna
Panggung tak selamanya berdiri
Juga tak bisa berdiri sendiri
Jangan lupa ada seseorang yang ingin selalu ada
Juga berusaha terbiasa, dan tak bisa bila bukan kamu,
Meski begitu, senja hanya datang dipetang saja
Tidak dengan pagi-nya.
Prenduan, Jum'at- 16 April 2021
Hidayat Aji Permana
Komentar
Posting Komentar