Puisi-ku untuk-mu, pujaan hatiku
Bunga mawar itu selalu mekar,
Dikala mentari menyapa di pagi,
Layak-nya senyumku kan selalu mekar
Bila itu bersama dengan-mu,
Peluk-mu hangat melekat bagiku,
Aroma tubuh mu menyengat di raga jiwa-ku,
Tak perlu seka menyeka ku tetap rindu,
Lembut bibir merah mu mengikat-ku
Semilir angin di kesunyian malam
Menambah desah rindu membasah
Kelip lampu menyinari lembut-mu
Seraya berlalu bidadari di-dekapanku
Tak seberapa lama peluk mu
Tapi rasa begitu menggembira
Suara mu, merdu di hati
Menyeru nama memanggil kasih dan sayang
Kasih tetap lah sayang
Dimana pun tetaplah dan menetap lah
Tak apa bila ku kemukakan
Dirimu tak lekang di pelukan-ku
Aku adalah engkau
Nyawaku juga nyawamu
Bintang jadi saksi diantara langit dan bumi,
Nadiku terhentak kerinduan tak Terbentak,
Tak lelah akan ini
Prenduan, 02 maret 2021
Hidayat Aji Permana
Komentar
Posting Komentar