Menemani pagi
Menanam diri di pagi
Mengolah ulu hati
Merangkul dan memikul
Ada dan tiada harap pun mencoba sirna
Yakin meyakini memiliki
Manis pahit berbagi
Hilir mudik lirih hati
Melingkar di ujung dada
Mana kah lahan untuk menumbuh
Selayaknya padi yang tumbuh
Sempoyong tubuh menggenggam
Di terpa angin dan hujan
Hanya lirik indah di mata
Menopang resah gelisah
Layak perahu di tengah lautan
Menahan beban dan tanggungan
Menyikapi hutan yang gamblang
Melewati perbukitan yang panjang
Teluk terasa takluk
Tanpa rasa lelah dan kantuk
Prenduan, 21 Februari 2021
Hidayat Aji Permana
Komentar
Posting Komentar