Lambai tangan-mu

 


Hidup memang sudah ada yang mengatur,

Jalan takdir sudah diukir,

Tanpa tau akan hadir

Timba jala kemudian diduga


Kepakan sayap merpati 

Menyisir dikepung padi

Mengusik lembah sanubari

Menjadi mimpi juga saksi


Kaitku atas engkau wahai dinda-ku,

Aku dan engkau juga satu

Manis manjamu kurindu

Gelak tawamu ku patuh


Dirimu untuk ku, diriku untuk mu juga hak ku untuk mu,

Tuntut mu turut ku

Sayang mu bukti ku berdiri

Menapak senja setelah pagi


Sabar mu ku pastikan

Kesetiaan kubuktikan

Cintamu ku patenkan

Hati ku kutanan dalam hati mu,


Tak ada batas waktu

Mengindahkan mu diriku

Seluas lautan pun tak cukup, 

Rindu ku tampung untuk mu


Bocah lelaki ini tidak akan pernah lengah atas cinta nya,

Mengakar di jiwa menopang di dada,

Cakrawala tak akan tiada 

Ku tak akan sia sia, bila bersama,


Prenduan, 6 Maret 2021

  Hidayat Aji Permana

               

Komentar

Postingan Populer