Kekasih-ku
Malam terasa panjang bila tanpamu
Siang terasa luas bila hadir mu tiada,
Senja tidak lagi indah kecuali kamu,
Fajar akan datang dari timur,
Begitulah cara ku mencintai mu,
Sesederhana mungkin tanpa keraguan,
Kecanduan akan sayang mu,
Sudah menjadi darah daging akan-ku disini,
Tak banyak pintaku aku dan kamu menjadi kita bersama,
Tak akan lelap dikala senja akan indahnya,
Tak luntur ditetes embun pagi,
Menyejuk hati membenah diri,
Kunci tak selalu nampak dimuka,
Hadir dengan raga beserta jiwa,
Menukil makna indah dirasa
Cinta sederhana bergema diantara kita,
Menjadi dua sisi yang berbeda namun satu makna,
Begitulah hidup dua insan yang berpasangan,
Mengagungkan cinta di setiap perjalanan,
Tanpa batas dan tanpa akhir,
Duhai dinda-ku terkasih
Tahu kah engkau dunia itu berputar,
Layaknya perjalanan cinta yang kita lalui,
Terkadang dapat masa kita terjepit terlilit pengap, yaitu bosan akan keadaan,
Bisa juga setiap harinya diselimuti hangatnya kebahagian,
Perlu lah engkau camkan dalam hati-mu
Kita jalani bersama
Kita hadapi bersama
Pasti kita bisa melawanya,
Perjuangan pengorbanan akan selalu menghiasi jati diri,
Menambah wawasan juga kedewasaan,
Mengukir sejarah cinta suci diantara kita,
Menanti ikatan sehidup se-mati.
Prenduan 5 Maret 2021
Hidayat Aji Permana
Komentar
Posting Komentar