Jahitan Luka

 Aku tak tahu entah sampai kapan 

Aku memohon dengan lapang

Mengemis dengan manis

Membuang harga diri


Demi sesuatu yang ku yakini pasti

Entah kapan aku, aku akan lelah

Menyerah belum jadi tujuan

Medamba adalah harapan


Entah di senja mana aku kan terdiam

Mendekam melewati lembah suram

Menampik bahagia di muka

Mencoba merajut asa yang sirna


Tak pernah ku terbayang 

Perih gemetar ku terlena dengan luka

Memecah pita suara 

Ingin ku membisu tanpa kata 


Semanis itukah luka 

Masih adakah secerca harapan..?

Kurasa tidak dimana entah tiada

Jumpa sudah tak berarti 


Hanya sayatan yang merujuk benci

Hitam memang belum tentu suram

Putih pun belum tentu terang dalam kenyamanan,

Berdebat antara kepala dan hati


Seakan menjadi kunci 

Tapi untuk mu sendiri

Bukan nya yang di nanti

Cepat lah sirna wahai tambatan hati.


Prenduan, 12 Maret 2021

  Hidayat Aji Permana

Komentar

Postingan Populer