Dialog Duka
Ceracau dialog tempo itu menjadi sebait duka. senyap dari kata-kata juga aksara. Luka berdarah menetes di hamparan semesta. Rapuh patah jelas nyata.
Asing berkepanjangan
Tawa renyah seketika hambar
Sebongkah kenangan di riak malam melambai menyisakan kelam
Tanpa sapa dan tanya mungkinkah menjadi tegar ?
Tak ada kiasan atas luka
Menyorot tajam menusuk raga
Tanpa tau sehancur apa isi hati-nya
Terdiam sejenak menyeka senja
Beralasan indah menyejukkan rasa,
Namun nyata tak bisa mekukis realita
Dinding waktu meramu semu
Meracik pilu membunuh daku
Bibit cinta tak lagi tumbuh
Telaga kisahpun membisu
Rindu tak lagi membeku olehmu,
Senandu luka membiru,
Menapak jejak langkah mu adalah kenangku,
Sepucuk surat lekas tumbuh dan melekat ingin-mu
Prenduan 02 Ramadhan 1442 H
Hujan
Komentar
Posting Komentar